• Jelajahi

    Copyright © Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah Lakukan Pendataan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kabupaten Deiyai

    Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai
    Senin, 20 Juli 2026, Juli 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T21:27:40Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Deiyai – dispertan-kabupatendeiyai.com – Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai dalam rangka pendataan sektor peternakan dan kesehatan hewan. Kegiatan ini dipimpin oleh drh. Daud Edowai bersama dokter hewan senior dan staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Tengah, serta dihadiri jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai dan para petugas peternakan. Senin, 20/07/2026


    Pendataan Menjadi Dasar Penyusunan Program

    Dalam pemaparannya, drh. Daud Edowai menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah mengumpulkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program peternakan serta kesehatan hewan di Provinsi Papua Tengah.

    Data yang dihimpun meliputi sumber daya manusia peternakan dan kesehatan hewan, jumlah tenaga medik veteriner dan paramedik veteriner, data pemasukan dan pengeluaran ternak, pemasukan daging ke Kabupaten Deiyai, data pemotongan ternak, penyakit hewan, sarana dan prasarana peternakan, angka kematian ternak, termasuk kematian ternak babi, serta jumlah peternak dan populasi ternak di Kabupaten Deiyai.

    "Data merupakan hal yang paling penting. Data yang dimiliki kabupaten harus sama dengan data yang dimiliki provinsi maupun BPS agar menjadi dasar penyusunan program yang tepat sasaran," ujar drh. Daud Edowai.

    Ia menambahkan, bantuan pemerintah berupa vaksin, obat-obatan, dan program pengembangan peternakan akan disalurkan berdasarkan data populasi ternak yang valid.


    Papua Tengah Siapkan 19.600 Dosis Vaksin ASF

    Dalam kesempatan tersebut, drh. Daud mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan sekitar 19.600 dosis vaksin untuk mendukung pengendalian penyakit ternak, khususnya penyakit pada babi.

    Menurutnya, distribusi vaksin akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten berdasarkan data populasi ternak yang telah dilaporkan.

    "Vaksin dan obat-obatan diberikan secara gratis melalui dukungan Pemerintah Pusat. Karena itu, data yang akurat menjadi syarat utama agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan," katanya.

     

    Deiyai Siapkan Admin ISIKHNAS

    Sebagai upaya mempercepat pelaporan penyakit hewan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyiapkan petugas administrator ISIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) di Kabupaten Deiyai.

    Drh. Daud menyampaikan bahwa petugas yang telah dipersiapkan, termasuk Yoni Pigai bersama tim, akan bertugas melaporkan setiap kasus penyakit hewan secara langsung ke sistem nasional.

    "Kalau hari ini ada kasus penyakit, hari itu juga dapat langsung dilaporkan ke pusat. Selama ini banyak kasus yang tidak tercatat sehingga penanganannya terlambat," jelasnya.

     

    Masyarakat Diminta Aktif Melaporkan Penyakit Ternak

    Drh. Daud juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kasus penyakit atau kematian ternak, khususnya babi, kepada Dinas yang membidangi peternakan.

    Menurutnya, selama ini masih banyak kasus kematian ternak yang tidak dilaporkan sehingga pemerintah kesulitan melakukan penanganan secara cepat.

    "Kalau ada babi yang sakit atau mati, segera laporkan kepada Dinas terkait. Kami siap membantu dengan obat-obatan maupun vaksin sesuai prosedur," tegasnya.

     

    Pengawasan Lalu Lintas Ternak Harus Diperkuat

    Selain pendataan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menekankan pentingnya pengawasan lalu lintas ternak di Kabupaten Deiyai yang berbatasan dengan Kabupaten Dogiyai, Paniai, Nabire, Timika dan daerah lainnya.

    Menurut drh. Daud, tingginya mobilitas ternak berpotensi menjadi jalur penyebaran penyakit sehingga diperlukan penguatan sarana dan prasarana serta petugas pengawasan kesehatan hewan.

    Ia juga mendorong lahirnya lebih banyak dokter hewan, mantri hewan, dan paramedik veteriner dari putra-putri asli Papua agar pelayanan kesehatan hewan semakin optimal.


    Peternakan Babi Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat

    Di akhir penyampaiannya, drh. Daud memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang terus mendorong pengembangan peternakan babi melalui berbagai program bantuan kepada masyarakat.

    Menurutnya, ternak babi memiliki nilai ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Papua, baik untuk kebutuhan adat maupun sebagai sumber pembiayaan pendidikan anak.

    "Kalau peternakan babi berkembang, ekonomi masyarakat juga akan berkembang. Biaya pendidikan anak-anak dapat dipenuhi dari hasil beternak babi. Kami juga mengapresiasi langkah Bupati Deiyai yang memberikan bantuan babi kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peternak," tutup drh. Daud.

    Kegiatan pendataan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program peternakan yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat sistem pengendalian penyakit hewan di Kabupaten Deiyai dan Provinsi Papua Tengah.




    Penulis adalah Admin Penyuluh Pertanian Kabupaten Deiyai (john Pigai) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini