Deiyai - distan-kabupatendeiyai.Com -Pemerintah Kabupaten Deiyai terus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah. Melalui program pembagian bibit ternak babi kepada masyarakat, Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST menegaskan komitmennya untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat yang berakar pada budaya dan nilai-nilai leluhur suku Mee.
Dalam sebuah perbincangan santai Alaman Aula Tuyana, Bupati Melkianus Mote mengungkapkan bahwa gagasan tersebut telah lama ia rencanakan, bahkan jauh sebelum terpilih menjadi Bupati Deiyai. Selasa 05/08/2026.
"Sudah sekian lama sebelum saya terpilih menjadi Bupati, saya sudah menuliskan dalam buku agenda bahwa generasi Deiyai harus menjadi Tonawi melalui peternakan babi. Setelah dipercaya menjadi Bupati, saya menjadikan pembagian bibit ternak babi sebagai salah satu program unggulan. Program ini akan terus berlanjut selama lima tahun kepemimpinan saya dan harus memastikan seluruh masyarakat mendapatkan manfaatnya agar kelak hidup mandiri," ujar Melkianus Mote.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Deiyai menargetkan penyaluran sekitar 5.000 ekor bibit babi kepada masyarakat. Program tersebut akan ditingkatkan secara signifikan pada tahun 2027 dengan target 30.000 ekor bibit babi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga dan meningkatkan populasi ternak di seluruh wilayah Deiyai.
Bupati menjelaskan bahwa konsep "Ekina Tonawi" bukan sekadar slogan pembangunan, melainkan sebuah filosofi yang diwariskan oleh para leluhur suku Mee. Dahulu, masyarakat yang memiliki banyak ternak babi dikenal sebagai Tonawi, yaitu simbol kerja keras, kesejahteraan, kehormatan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.
"Dulu orang tua kami disebut Tonawi karena mereka memelihara babi. Ada istilah Ekina Tonawi, Mege Tonawi, Bugi Tonawi. Membangun daerah harus berpijak pada konsep yang telah diwariskan oleh orang tua suku Mee. Dengan demikian, masyarakat Deiyai dapat memenuhi kebutuhan ternaknya sendiri tanpa harus membeli babi dari daerah lain pada saat hari raya maupun keperluan adat," jelasnya.
Melalui gerakan Ekina Tonawi, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap setiap keluarga mampu mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, sekaligus melestarikan nilai budaya masyarakat Mee.
Program ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Deiyai yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui pengembangan peternakan berbasis potensi lokal.
"Ekina Tonawi" bukan sekadar memelihara babi, tetapi membangun masa depan Deiyai melalui kemandirian ekonomi yang berakar pada budaya dan kearifan lokal. (*)
.jpeg)

.jpeg)