Deiyai — Dispertan-KabupatenDeiyai.com — Dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Deiyai dinilai mulai menunjukkan hasil. Keberhasilan petani binaan Dinas Pertanian dalam mengembangkan komoditas bawang merah menjadi salah satu bukti bahwa potensi pertanian dataran tinggi Deiyai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., saat berbincang dengan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., dalam kunjungan kerja di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026).
Aleks menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Papua Tengah terhadap pengembangan pertanian di Kabupaten Deiyai, khususnya bagi petani yang terus berupaya meningkatkan produksi komoditas lokal.
Menurut dia, keberhasilan petani bawang merah tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Pertanian, sekaligus kerja keras kelompok tani di lapangan.
“Kami mengapresiasi dukungan Bapak Gubernur Papua Tengah terhadap sektor pertanian di Deiyai. Keberhasilan petani bawang merah binaan kami menjadi bukti bahwa masyarakat mampu mengembangkan komoditas pertanian apabila mendapat pendampingan dan dukungan yang tepat,” ujar Aleks.
Bawang Merah Jadi Komoditas Potensial
Pengembangan bawang merah menjadi salah satu bagian dari upaya Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan pertanian secara produktif.
Bagi Dinas Pertanian, keberhasilan tersebut bukan sekadar persoalan peningkatan produksi. Lebih jauh, pengembangan bawang merah diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Aleks menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong petani agar tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mulai memperhatikan kualitas hasil, kesinambungan budidaya, hingga peluang pemasaran.
Sinergi Pemerintah dan Petani
Pertemuan dengan Gubernur Papua Tengah juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Dinas Pertanian, penyuluh, dan kelompok tani.
Menurut Aleks, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas, sementara petani menjadi pelaku utama yang menentukan keberhasilan produksi di lapangan.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian semakin diperkuat sehingga semakin banyak kelompok tani di Deiyai yang mampu menghasilkan komoditas unggulan.
“Pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Karena itu, petani perlu terus dibina agar semakin produktif, mandiri, dan mampu menghasilkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Kunjungan Gubernur Papua Tengah di Kampung Gakokebo pun menjadi dorongan bagi petani Deiyai untuk terus mengembangkan pertanian lokal. Keberhasilan bawang merah diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan komoditas lainnya di berbagai wilayah Kabupaten Deiyai.
Dok. Humas dan Protokol Setda Deiyai.
.jpeg)

.jpeg)